Pengumpan:
Tulisan
Komentar

PEDANG BERKARAT PENA BERAKSARA

PEDANG BERKARAT    PENA BERAKSARA

 PERSEKUTUAN  PEDANG  SAKTI  

Karya Qin Hong / Disadur:  Tjan ID

Puluhan tahun yang lalu, Ban Kiam-hwee cu dengan mengandalkan ilmu pedangnya malang melintang dalam dunia persilatan tanpa tandingan, entah dari mana memperoleh kabar, konon di perguruan Lam Hay terdapat sebutir mutiara mestika yang dinamakan Ing-Kiam-Cu (mutiara pemancing pedang), benda tersebut merupakan satu-satunya benda yang sanggup mematahkan ilmu pedangnya.

Bersama dengan 8 orang Hoatsu (pelindung hukum) dan beberapa tokoh-tokoh yang paling sakti dari perkumpulan tersebut dibawanya serta menyerbu Lam Hay Bun.  Pertempuran tersebut berakhir dengan jatuhnya korban dari kedua belah pihak. Selain sang Hwee Cu sendiri terdapat juga 3 orang pelindung hukumnya yang bisa selamat balik ke daerah Tionggoan walaupun  dengan luka yang mereka derita cukup parah.

Konon  beberapa pusaka dari Lam Hay Bun (Perguruan Lam Hay) sempat dicuri oleh 3 orang Pelindung Hukum Ban Kiam Hwee yang selamat itu .

Cerita ini berkisah tentang seorang anak muda yang bernama Wi Tiong Hong  yang sejak kecil diasuh oleh sang pamannya sendiri yang ternyata merupakan murid dari salah satu pelindung hukum Ban Kiam Hwee yang lolos. Dalam pengembaraanya mencari tahu siapa orang tuanya sebenarnya harus mendapatkan banyak kesulitan dikarenakan tanpa setahunya ia mewarisi Ing-Kiam-Cu (mutiara pemancing pedang ) dan Pedang berkarat (merupakan salah satu dari 3 pusaka perguruan Siu Lo Bun) dan Lencana Siu lo cin leng (merupakan tanda pengenal Siu Lo Cin Kun seorang tokoh sakti pemimpin dunia persilatan jaman dulu).

Munculnya perkumpulan  Ban Kiam Hwee, Lam Hay Bun, Thian Sat Bun, dan orang – orang selat Tok seh shia (selat pasir beracun) mengambil bagian dalam perebutan pusaka tersebut menjadikan kisah ini semakin menarik,   belum lagi kisah asmaranya dengan wanita-wanita cantik, seperti Kiam Cu dari Ban Kiam Hwee yang ternyata adalah seorang perempuan,  Kiong Cu  dari Lam Hay Bun,  Siaucu dari Tok Seh Shia, dan murid dari Thian Sat Nio yang semuanya merupakan wanita-wanita sakti dan mempunyai kekuasaan.

Manakah wanita yang menjadi pilihan Wi Tiong Hong  pada akhirnya?

DOWNLOAD E-book

WALET EMAS PERAK

Karya: Khu Lung

Disadur: Gan KH

.

Dunia Persilatan tiba-tiba digegerkan dengan bunyi lonceng yang berasal dari puncak Kiu-ting-san yang kokoh berdiri di perbatasan Sucwan, yang diiringi dengan munculnya 3 buah lentera yang berwarna putih, merah dan kuning. Yang mengejutkan ialah adanya batok kepala manusia yang terpantek didindin kiu-ting-san yang sangat tinggi. Ternyata setelah diperhatikan adanya nama yang tertulis rapi yang adalah tokoh-tokoh persilatan top masa itu….

Maka nama puncak misterius, lampu iblis dan maklumat kematian menjadi topik pembicaraan kaum persilatan yang tersiar semakin luas ke seluruh pelosok dunia. Ketiga nama itu sendiri sekaligus menjadikan lambang kematian bagi jago-jago kosen persilatan

Jago-jago kosen dari Lima Partai (Pay) Besar, tiga Agama (Kau), dan satu Perkumpulan (Hwee) dikerahkan untuk menyelidiki persoalan tersebut.

Ling Ji Ping yang dikenal dalam dunia persilatan dengan julukan Cui Hun Tiap (undangan pengejar sukma)  dalam penyelidikannya terhadap puncak Kiu-ting-san, tanpa sengaja  melihat pertikaian antara  Lam Jan, Pak Koat dan It Ci Sin Mo,  tiga gembong iblis yang sudah menghilang sejak puluhan tahun yang lalu dalam memperebutkan sebuah benda pusaka.

Dikarenakan ia menerima pusaka Giok Liong Soh yang merupakan kunci untuk mendapatkan pusaka Thian-tiok-sam-po, ia harus berurusan dengan tokoh-toko sakti dari 3 Kau, satu Hwee, anak buah Puncak Iblis, bahkan Bu Lim Si Tok (4 datuk racun dunia persilatan), bahkan tokoh-tokoh yang sudah puluhan tahun menghilang pun bermunculan kembali.

Ling Ji Ping yang sangat ditakuti dan sebelumnya tak pernah terkalahkan itu pun harus berkali-kali hampir menemui ajal, yang membuatnya sadar bahwa ilmunya masih ketinggalan jauh.

Hal yang tak terduga muncul diakhir cerita ini, ternyata perbuatan keji yang dilakukan majikan penghuni Puncak Iblis ini untuk menghadapi seorang gembong iblis masa lalu Bu Tek Kui Bo dan antek-anteknya.

Karya: Sim M

Terbitan/Saduran: Adhi (SeeYan TjinDjin)

Halilintar memecah di langit yang berwarna kelam abu-abu dan menghantam bumi!

Getaran bunyi halilintar yang mengelegar-gelegar dahsyat bergentayangan dicelah-celah lembah gunung lama sekali hilangnya.

Kilatan cahaya yang datangnya hanya sekilas, menerangi tiga macam barang yang membuat orang miris, diatas bukit tunggal yang menyerupai kepala botak dewa Lohan. Golok panjang yang putus, Pedang yang patah, Busur panah yang cacad.

Golok panjang yang putus, hanya menyisakan bagian kira-kira dua cun dari ujung goloknya, tetapi diatas puncak menusuk tanah batu yang kerasnya bagaikan emas dan besi diatas, ekor pitanya berwarna merah darah mencolok berkibar di terpa angin, gagang golok tersebut berbeda dengan yang lain, besarnya sama dengan jari tangan anak-anak, kelihatan terbuat dari bahan yang empuk, sekarang berdiri dengan tegak.

Pedang yang patah, tergeletak di tempat tidak jauh dari golok panjang yang putus, ujung pedang yang telah patah setengah, entah dimana bagian patahannya? Dalam kilatan halilintar, gagang pedang itu mengeluar-kan cahaya ke sekeliling tempat itu, sekali pandang sudah dapat diketahui gagang pedang itu telah tertanam banyak batu perhiasan.

Busur panah yang cacad, tergantung di pinggir tebing tidak jauh dari golok putus, pedang patah, sepertinya hampir jatuh ke bawah jurang, sebetulnya, sebagian busurnya sudah terbenam di celah batu, kokoh tidak dapat dicabut lagi, punggung busurnya terbuat dari giok putih, tali busurnya sudah hilang, sehingga disebut busur panah yang cacad.

Kilat dan halilintar sudah berlalu, dari jurang yang sangat dalam timbul angin yang sangat dingin, dan mendadak suara rintik-rintik hujan turun dari langit yang lusuh!

Apakah langit turut bersedih atas sisa pertarung-an di puncak bukit tunggal ini? meneteskan air mata kasihan pada golok panjang yang putus, pedang yang patah dan busur panah yang cacad.

Apa betul? Atau bukan?

Seruling Merana

Terbitan :  SeeYan TjinDjin

Suara seruling yang menggegerkan dunia

Munculnya irama seruling yang menyedihan di dunia persilatan, terjadi tiga tahun terakhir ini.

Tidak ada seorangpun yang tahu siapa gerangan yang mengalunkan irama seruling sedih tersebut, malah orang-orang tidak tahu apakah dia perempuan atau laki-laki.

Tentu saja, selama tiga tahun, ada juga yang pernah bertemu dengannya, tapi mereka yang pernah bertemu dengannya, ada yang mengatakan dia seorang tua, ada yang mengatakan seorang pelajar berbaju hijau, ada juga yang mengatakan tidak jelas apa dia laki-laki atau perempuan karena orang itu menggunakan cadar…… bisa dikatakan setiap orang mpemiliki cerita yang berbeda-beda, tidak ada satupun yang sama.

Tapi mereka yang pernah bertemu dengan pemain Seruling ini, dalam perkataan mereka ada juga yang sama, yaitu seruling yang digunakan adalah barang yang…panjangnya sekitar tiga chi, seluruhnya dicat hitam, hitam berkilau, dan juga cara dia membunuh orang juga mpemiliki ciri khas tersendiri.

Menurut kabar, Seruling Merana ini, golongannya tidak jelas, diantara baik dan buruk, orang yang dibunuhnya kebanyakan penjahat dan pencoleng dunia persilatan, tapi ada kalanya tidak membedakan hijau, merah hitam, putih, orang dari golongan putihpun ada yang pernah bentrok.

Mengenai cara membunuhnya sangat khas sekali yaitu dengan melagukan sebuah irama seruling.
Suara serulingnya bisa keras bisa lembut.

Sewaktu keras laksana senjata yang terbuat dari baja, mengandung hawa pembunuhan yang tidak terhingga.
Sewaktu lembut, seperti pekikan kera dilembah, tangisan malam seorang wanita yang menderita, sangat memilukan membuat orang tidak tahan mendengarkannya.

Tidak peduli keras, atau lembut, kecuali dia tidak berniat membunuh orang, jika tidak, begitu muncul suara seruling, pasti ada orang yang mati, mau melarikan diri juga tidak sanggup, bukan tidak bisa melarikan diri, adalah karena kedua kakinya sudah tidak dapat menuruti kemauannya.

Pemain Seruling Merana adalah seorang yang taraf ilmu silatnya susah diukur, dia juga seorang aneh yang misterius yang sukar dibayangkan, sehingga orang orang persilatan memberi gelar kepadanya sebagai Seruling Merana.    (http://hkw-ceritasilat.blogspot.com)

Saduran: Liang YL /Adhi

Terbitan: SeeYan TjinDjin

Yap Thian tinggal di kota Siang-yang, karena keahliannya dia bekerja sebagai pembuat kunci. Sebenarnya dia datang ke Siang-yang untuk menyembunyikan diri dari kejaran orang-orang pemerintah.

Yap Thian di juluki Mo-jiu (Tangan Sakti) karena tangannya sangat terampil dan ahli membuat kunci.

Suatu hari seorang pak tua datang ke warung janda Siau mencari dirinya, pak tua itu adalah utusan nona Suto dan Nona Suto memberikan sebuah Can-ya-hoan (Gelang Terbang) pada Yap Thian, meminta tolong dia untuk memancing seseorang yang mempunyai Gelang Terbang lainnya.

Nona Suto selain ingin membalas dendam dengan orang ini, juga ingin menegakan keadilan, sebab orang ini sangat jahat juga sangat kejam.

Ternyata Gelang Terbang itu selain bisa digunakan sebagai senjata rahasia yang jika di lempar bisa balik kembali (Bumerang), sangat hebat juga merupakan kunci untuk membuka sebuah pintu rahasia.

Di balik pintu rahasia itu tersimpan harta harum yang menggiurkan, tapi untuk membuka ruangan rahasia itu di perlukan seorang ahli perkakas yang hebat, sebab ruangan rahasia ini di bangun jaman dulu oleh seorang ahli perkakas rahasia bernama Kongsun Liu..   (http://hkw-ceritasilat.blogspot.com)

Ksatria Keadilan

Karya: Chin Hung / Qin Hong

Terbitan: SeeYan TjinDjin
 


Lim Ke seorang pendekar yang tidak terkalahkan, bersama istrinya Sui Bi-tho mendirikan sebuah yayasan sosial untuk menampung anak-anak yatim piatu yang terlantar akibat banjirnya sungai Huang-ho, karena membutuhkan banyak biaya memelihara anak-anak itu, dia mengikuti pertandingan ilmu silat dengan hadiah uang 4 ribu tail perak.

Setelah dia berhasil memenangkan pertandingan silat itu, dia di tawari pekerjaan dengan hadiah uang yang menggiurkan, 200 ribu tail, untuk melindungi Lu Liu-liang, seorang sastrawan yang menentang kerajaan Ceng dengan tulisannya.

Padahal pekerjaan dia sebenarnya adalah memancing ksatria Beng agar masuk perangkap dan bisa di basmi oleh kerajaan Ceng.

Setelah Lim Ke masuk ke tempat pekerjaannya, dia merasa ada yang tidak beres, dia berusaha mencari tahu dan mencari akal bagaimana harus bertindak. (http://hkw-ceritasilat.blogspot.com)

Cat : ceritanya bukan mengenai kerajaan.

BU LIM IT TIAUW KE

Jalan di Rimba Persilatan

Karya : Qin Hong / Disadur: Liang J Z

Suatu hari yayasan Lim Ke (Kie-jin-san- tong) yang di tinggali Lim Ke dan istri dengan Kim Ho-to dan istri, kedatangan seorang teman Kim Ho-to, semalam suntuk temannya menceritakan kejadian yang dialaminya kepada Kim Ho-to, dan meminta bantuan Kim Ho-to membantu.

Teman Kim Ho-to (Kia Ban-to) bercerita bahwa, ketika di Hun-lan Tayli di sebuah penginapan dia seperti bermimpi di bawa seseorang ke sebuah tempat yang di sebut Bu Lim It Tiauw Ke disana dia di bujuk menjual senjata dan ilmu silatnya, setelah dia bangun ternyata senjata dan ilmu silatnya sudah hilang.

Kim Ho-to pamit pada Lim Ke dan istrinya untuk membantu Kia Ban-to menyelidiki kasusnya, dia berjanji dalam tiga bulan dia pasti akan kembali.

3 bulan kemudian ternyata Kim Ho-to belum kembali, malah yang datang adalah Ho-lou emas dan pedang emasnya Kim Ho-to.

Lim Ke dan istrinya Sui Bi-tho dengan istri Kim Ho-to, Leng-po Siancu menjadi kalang kabut, apalagi Leng-po Siancu yang sedang hamil, dia tidak bisa melakukan perjalanan ke Tayli, terpaksa Lim Ke bersama Coh Bu-kiat berangkat menyusul Kim Ho-to.    (http://hkw-ceritasilat.blogspot.com)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.