Feeds:
Tulisan
Komentar

Arsip untuk ‘Pengarang tak diketahui’ Kategori

Judul Lain : GAGAK HITAM

Saduran : OPA

Panji wulung

Angin meniup, Panji Wulung berkibar di angkasa.
Megah, angker, lambang keagungan sepanjang masa.
Berkuasa, berpengaruh, untuk seluruh jagat raya.
Di dalam rimba persilatan, akulah Rajanya ….!

Sajak Panji Wulung ini, pada seratus tahun berselang telah tersiar luas didalam rimba persilatan. Tiada seorangpun tahu siapa yang menulis dan siapa orang pertama yang menyiarkan sajak itu. Orang hanya merasa karena sifatnya yang gagah dalam sajak itu, sehingga banyak orang rimba persilatan senang menyanyikan sajak itu.

Apakah arti Panji Wulung ? Oleh karena waktunya sudah lama, tiada seorangpun yang dapat menjelaskan. Orang hanya tahu sewaktu nyanyian itu tersiar di dalam rimba persilatan, ada terjadi suatu peristiwa menggemparkan, dimana duabelas tokoh rimba persilatan kenamaan untuk masa itu dalam waktu setahun kedapatan mati terbunuh dalam keadaan sangat mengerikan. Siapa pembunuhnya ? Juga tak seorangpun yang pernah melihat. Mungkin hanya sang korban sendiri yang tahu. Tetapi apalah gunanya, yang mati toch sudah mati, sekalipun mereka betul-betul ingat wajah pembunuhnya, apalah gunanya kalau jiwa mereka sendiri tak dapat mereka selamatkan.

Dapatkah mereka hidup kembali untuk menceritakan halnya kepada orang lain ? Tentu tidak ! Adapun cara kematian dan keadaan sebelum maut merenggut nyawa keduabelas tokoh tersebut adalah serupa belaka. Pertama-tama mereka terlebih dahulu telah menerima bingkisan berupa panji kecil berukuran lima dim warna hitam, dan pada hari ketiganya sesudah menerima panji itu batok kepala si korban pisah dari tubuhnya ! Cuma dalam jangka waktu beberapa hari batok kepala yang lenyap itu kalau tidak muncul dirumah kerabat terdekat sang korban, tentulah akan “berkunjung” kesuatu tempat pertemuan orang-orang rimba persilatan, sekalipun jauhnya ribuan pal dari tempat kejadian.

Kejadian aneh ini benar-benar merupakan peristiwa luar biasa, tidaklah heran kalau menggemparkan rimba persilatan. Tetapi keanehan bukan cuma sampai disitu saja, batok kepala yang diantar ke tempat sejauh ribuan pal itu, meskipun sudah lewat beberapa puluh hari, sedikitpun tidak rusak atau membusuk, keadaannya masih tetap seperti di waktu hidup, tiada seorangpun tahu apa sebabnya. Peristiwa itu, pada masa itu benar-benar sangat menggelisahkan orang-orang rimba persilatan daerah Tiong goan, hampir semua orang anggap panji kecil tidak berarti itu sebagai benda maut, maka semua menyebut pembunuh yang ganas itu sebagai PANJI WULUNG.

Kisah ini juga pernah diterbitkan dengan judul GAGAK HITAM, bercerita tentang seorang pendekar muda yang terkenal yang tiba-tiba menerima Panji Wulung bukan cuma satu tetapi tiga buah dengan corak yang berbeda. Bagaimanakah Pendekar Touw liong bisa memecahkan misteri dari 3 buah Panji Wulung yang diterimanya ini?

Read Full Post »

Tan Sim Ki

Disadur : SD Liong

panjisakti

Panji Sakti yang dibuat oleh seorang tokoh sakti beratus tahun yang lalu ternyata dipegang oleh seorang kakek tua buta dan berpenyakitan yang ternyata adalah pelindung Panji Sakti generasi ke – 4. Ceng Ih yang secara kebetulan bertemu dengan kakek ini akhirnya mendapatkan Panji Sakti yang menjadi perebutan orang-orang sakti.

Bukan Cuma itu saja 3 Jurus Ilmu Sakti Pelindung Panji Sakti akhirnya dipelajarinya. Dengan jurus itu membuatnya menjadi seorang pemuda dengan ilmu yang sangat tinggi. Keseluruhan kisah ini menceritakan perjuangannya menjaga Panji Sakti dan kisah asmaranya dengan 3 orang wanita yang akhirnya menikah dengannya.

Jalan cerita Panji Sakti ini sangat sederhana, dan tidak terlalu banyak kejutan-kejutan yang biasa kita jumpai dalam karya-karya Khu Lung lainya.

Read Full Post »

Karya: Tidak diketahui  /  Disadur: Gan KH

tugas-rahasia-gan-kh
Kim Hou Po (Benteng Macan Emas) adalah sebuah benteng paling misterius di Bu Lim. Penjahat besar, tokoh persilatan yang sudah kepet dikejar musuhnya pasti akan ke benteng ini untuk berlindung. Cuma selama ini belum ada satu orangpun yang bisa keluar dari benteng ini karena pemilik dari benteng tersebut pasti seorang yg sangat sakti dan misterius.

Dengan bermodalkan ilmu merubah wajahnya yang dipelajari dari sebuah perguruan sesat, Cia Ing Kiat berani memasuki benteng misterius tersebut dengan suatu Tugas Rahasia, dan bahkan bisa berhasil kabur dari benteng menakutkan itu. Pengejaran yang dilakukan oleh orang-orang dari benteng tersebut membuat Cia Ing Kiat harus menyamar untuk bisa menghindarkan dirinya dari kejaran orang.

Apa sebenarnya misteri dari Benteng tersebut, dan mengapa 2 orang tokoh sakti merendahkan dirinya datang melamar Cia Ing Kiat didepan ayahnya untuk dikawinkan dengan seseoran gadis misterius putri pemilik Hiat Lui Kong yang katanya sangat mengenal diri pemuda tersebut? Berhasilkah rencana Pemilik Hiat Lui Kong untuk menghancurkan Benteng Kim Hou Po?

Komentar saya : Ini sebuah cerita yang agak aneh, kenapa? Karena akhir dari cerita ini sangat berbeda dengan kita membaca cersil karya penulis lain, dimana tokoh utamanya ilmunya sangat cetek dan kadang-kadang bersifat licik dan penakut. Kadang-kadang saya bertanya apa benar Cia Ing Kiat adalah tokoh utama kita ini?……Dibalik semuanya itu cerita ini masih menarik untuk dibaca.

Read Full Post »

Imbauan Pendekar

Karya: Khu Lung / Disadur: Gan KL

Renjana Pendekar

Ji Pwee Giok menyaksikan ayahnya yang sudah mengasingkan diri dari dunia persilatan meninggal dibunuh orang, kemudian ayahnya hidup lagi,paman-pamannya yang sudah matipun bisa hidup lagi. Menyaksikan adanya keganjilan atas peristiwa tersebut ia melarikan diri dan bersembunyi menghindari kejaran dari suatu kekuatan besar yang misterius, bersembunyi disebuah perkampungan yang aneh sampai ia harus mengoperasi wajahnya dan namanya pun diganti.

Walaupun belum diketahui pasti siapa yang menjadi pengarangnya, ceritanya sangat enak bagus untuk dibaca.

Read Full Post »

Penyadur :  SD Liong

Karya : tidak diketahui

Setiap tokoh persilatan tahu bahwa Ilmu silat Kwan Pek Hong Itu merupakan sebuah aliran tersendiri. Baik ilmu tenaga luar (gwa-kang) maupun lwekang (tenagadalam) telah mencapai tingkat yang tinggi. Hal Itu telah diakui oleh dunia persilatan.

Suatu ketika Kitab Ih Su Keng milik ketua agama (kauwcu) Peh Hoa Kau hilang,diutuslah anaknya Peh Pui Giok untuk mencari kitab yang hilang tersebut.  Dikarenakan kabar burung bahwa kitab tersebut berada pada Kwan Pek Hong, maka dengan segala daya upaya Peh Pui Giok mencoba menculik anak semata wayang dari pendekar besar tersebut. Tiga kali usahanya gagal total. Usaha pertamanya gagal karena kungfu Kwan Pek Hong lebih tinggi darinya, sedangkan usaha kedua dan ketiga gagal karena istri dari Kwan Pek Hong membuat seorang jago sakti dari Peh Hoa Kau pingsan sampai lupa ingatan dikarenakan ketakutan melihat muka Kwan Hujin (Nyonya Kwan) dan seorang tokoh sakti seangkatan Peh Hoa Kaucu sempat ketakutan setelah melihat muka dari Kwan hujin tersebut.

Ternyata ilmu silat Kwan Pek Hong adalah ajaran dari istrinya seorang putri atau anak dari penguasa Ceng Te Kiong yang melarikan diri, sebuah aliran/perkumpulan yang sangat ditakuti di dunia persilatan pada jaman itu.

Cerita ini berkisah tentang kisah dari Peh Pui Giok dan Kwan Beng cu anak gadis dari Kwan Pek Hong suami istri dan Coh Hen Hong.

Read Full Post »

Karya: Sim M

Terbitan/Saduran: Adhi (SeeYan TjinDjin)

Halilintar memecah di langit yang berwarna kelam abu-abu dan menghantam bumi!

Getaran bunyi halilintar yang mengelegar-gelegar dahsyat bergentayangan dicelah-celah lembah gunung lama sekali hilangnya.

Kilatan cahaya yang datangnya hanya sekilas, menerangi tiga macam barang yang membuat orang miris, diatas bukit tunggal yang menyerupai kepala botak dewa Lohan. Golok panjang yang putus, Pedang yang patah, Busur panah yang cacad.

Golok panjang yang putus, hanya menyisakan bagian kira-kira dua cun dari ujung goloknya, tetapi diatas puncak menusuk tanah batu yang kerasnya bagaikan emas dan besi diatas, ekor pitanya berwarna merah darah mencolok berkibar di terpa angin, gagang golok tersebut berbeda dengan yang lain, besarnya sama dengan jari tangan anak-anak, kelihatan terbuat dari bahan yang empuk, sekarang berdiri dengan tegak.

Pedang yang patah, tergeletak di tempat tidak jauh dari golok panjang yang putus, ujung pedang yang telah patah setengah, entah dimana bagian patahannya? Dalam kilatan halilintar, gagang pedang itu mengeluar-kan cahaya ke sekeliling tempat itu, sekali pandang sudah dapat diketahui gagang pedang itu telah tertanam banyak batu perhiasan.

Busur panah yang cacad, tergantung di pinggir tebing tidak jauh dari golok putus, pedang patah, sepertinya hampir jatuh ke bawah jurang, sebetulnya, sebagian busurnya sudah terbenam di celah batu, kokoh tidak dapat dicabut lagi, punggung busurnya terbuat dari giok putih, tali busurnya sudah hilang, sehingga disebut busur panah yang cacad.

Kilat dan halilintar sudah berlalu, dari jurang yang sangat dalam timbul angin yang sangat dingin, dan mendadak suara rintik-rintik hujan turun dari langit yang lusuh!

Apakah langit turut bersedih atas sisa pertarung-an di puncak bukit tunggal ini? meneteskan air mata kasihan pada golok panjang yang putus, pedang yang patah dan busur panah yang cacad.

Apa betul? Atau bukan?

Read Full Post »

Terbitan :  SeeYan TjinDjin

Suara seruling yang menggegerkan dunia

Munculnya irama seruling yang menyedihan di dunia persilatan, terjadi tiga tahun terakhir ini.

Tidak ada seorangpun yang tahu siapa gerangan yang mengalunkan irama seruling sedih tersebut, malah orang-orang tidak tahu apakah dia perempuan atau laki-laki.

Tentu saja, selama tiga tahun, ada juga yang pernah bertemu dengannya, tapi mereka yang pernah bertemu dengannya, ada yang mengatakan dia seorang tua, ada yang mengatakan seorang pelajar berbaju hijau, ada juga yang mengatakan tidak jelas apa dia laki-laki atau perempuan karena orang itu menggunakan cadar…… bisa dikatakan setiap orang mpemiliki cerita yang berbeda-beda, tidak ada satupun yang sama.

Tapi mereka yang pernah bertemu dengan pemain Seruling ini, dalam perkataan mereka ada juga yang sama, yaitu seruling yang digunakan adalah barang yang…panjangnya sekitar tiga chi, seluruhnya dicat hitam, hitam berkilau, dan juga cara dia membunuh orang juga mpemiliki ciri khas tersendiri.

Menurut kabar, Seruling Merana ini, golongannya tidak jelas, diantara baik dan buruk, orang yang dibunuhnya kebanyakan penjahat dan pencoleng dunia persilatan, tapi ada kalanya tidak membedakan hijau, merah hitam, putih, orang dari golongan putihpun ada yang pernah bentrok.

Mengenai cara membunuhnya sangat khas sekali yaitu dengan melagukan sebuah irama seruling.
Suara serulingnya bisa keras bisa lembut.

Sewaktu keras laksana senjata yang terbuat dari baja, mengandung hawa pembunuhan yang tidak terhingga.
Sewaktu lembut, seperti pekikan kera dilembah, tangisan malam seorang wanita yang menderita, sangat memilukan membuat orang tidak tahan mendengarkannya.

Tidak peduli keras, atau lembut, kecuali dia tidak berniat membunuh orang, jika tidak, begitu muncul suara seruling, pasti ada orang yang mati, mau melarikan diri juga tidak sanggup, bukan tidak bisa melarikan diri, adalah karena kedua kakinya sudah tidak dapat menuruti kemauannya.

Pemain Seruling Merana adalah seorang yang taraf ilmu silatnya susah diukur, dia juga seorang aneh yang misterius yang sukar dibayangkan, sehingga orang orang persilatan memberi gelar kepadanya sebagai Seruling Merana.    (http://hkw-ceritasilat.blogspot.com)

Read Full Post »

Saduran: Liang YL /Adhi

Terbitan: SeeYan TjinDjin

Yap Thian tinggal di kota Siang-yang, karena keahliannya dia bekerja sebagai pembuat kunci. Sebenarnya dia datang ke Siang-yang untuk menyembunyikan diri dari kejaran orang-orang pemerintah.

Yap Thian di juluki Mo-jiu (Tangan Sakti) karena tangannya sangat terampil dan ahli membuat kunci.

Suatu hari seorang pak tua datang ke warung janda Siau mencari dirinya, pak tua itu adalah utusan nona Suto dan Nona Suto memberikan sebuah Can-ya-hoan (Gelang Terbang) pada Yap Thian, meminta tolong dia untuk memancing seseorang yang mempunyai Gelang Terbang lainnya.

Nona Suto selain ingin membalas dendam dengan orang ini, juga ingin menegakan keadilan, sebab orang ini sangat jahat juga sangat kejam.

Ternyata Gelang Terbang itu selain bisa digunakan sebagai senjata rahasia yang jika di lempar bisa balik kembali (Bumerang), sangat hebat juga merupakan kunci untuk membuka sebuah pintu rahasia.

Di balik pintu rahasia itu tersimpan harta harum yang menggiurkan, tapi untuk membuka ruangan rahasia itu di perlukan seorang ahli perkakas yang hebat, sebab ruangan rahasia ini di bangun jaman dulu oleh seorang ahli perkakas rahasia bernama Kongsun Liu..   (http://hkw-ceritasilat.blogspot.com)

Read Full Post »

Karya : Du Gu Hong / Disadur: Liang J Z

Terbitan: SeeYan TjinDjin

 

Golok Tumpul (judul asli: Wu Ren Dao) adalah sebilah golok yang berwarna hitam tapi tidak tajam alias tumpul sehingga di namakan Bu Jin To (Golok tumpul), golok inilah senjata Bwee Kiam Ciu yang di keluarkan jika menghadapi lawan tangguh.

Bwee Kiam Ciu adalah anak paling kecil dari Bwee Kun Ie, keturunan bangsawan yang sangat terkenal di Tiang-pek, Bwee Kiam Ciu mempunyai 2 orang kakak, mereka di juluki Bwee Ke Sam Liong (Tiga naga dari keluarga Bwee), meskipun dia anak paling kecil tapi dia justru yang paling hebat di antara ke dua kakaknya, malah prestasinya melebihi 2 generasi di atasnya, namanya sangat terkenal di dunia persilatan, dia pun cerdik dan sangat tampan, tidak romantis tapi akhirnya malah mempunyai 3 orang istri.Selain ilmu silat hebat dan sastranya juga tinggi, malah Kim (Kecapi), Ki (Catur), Su (Buku), Hoa (Gambar), Si (Sajak), Ciu (Arak), Hoa (Bunga) juga sangat hebat, hingga di sebut 7 terhebat

Di ceritakan sebuah perusahaan angkutan keluarga Kao yang terkenal, yang menjadi sahabat keluarga Bwee turun temurun, suatu kali saat mengawal seorang pejabat, di tengah jalan pejabat tersebut telah ada yang menculiknya, bahkan saudara kedua mereka telah menjadi korban.

Kebetulan saat itu Bwee Kiam Ciu datang berkunjung ke perusahaan itu, maka dia pun membantu perusahaan itu untuk menyelidiki dalang penculikan pejabat itu.

Ternyata modus di belakang penculikan itu sangat luas, bukan saja melibatkan perkumpulan Can Koai Bun (Perkumpulan orang cacat), aliran Biauw yang pandai menggunakan racun Ku, juga terlibat pejabat negara di Pak Kia.

Bwee Kiam Ciu bersama-sama dengan Bok Tiang-co dari Hun Lam berusaha menyelamatkan pejabat yang di culik dan menghadapi aliran Biauw juga pejabat yang terlibat.   (http://hkw-ceritasilat.blogspot.com)

Read Full Post »

Karya: Wong Yi

Pada akhir zaman Dinasti Sui, Pemerintahan dipegang oleh kaisar Yang Kuang, Seorang kaisar lalim yang sibuk membangun istana, menimbun kekayaan dan haus kekuasaan. Pemerintahan yang sama sekali tidak memperhatikan rakyat melahirkan perlawanan dan pemberontakan dimana-mana.

Di tengah kekacauan perang itu, muncul 2 orang pemuda berandal miskin yang hidup dari mencuri dan menipu. Tanpa disadari, hasil pencurian keduanya suatu hari mengubah nasib mereka selamanya. Didukung dengan bakat alami, kepintaran dan akal bulus serta keberuntungan demi keberuntungan menuntun keduanya menggoncang dunia persilatan sekaligus mengukir sejarah.

Novel silat karya Wong Yi merupakan “BEST SELLER” yang akan membawamu ikut masuk ke dalam dunia Khou Zhong dan Xu Zeling, merasakan suka duka mereka yang sarat dengan cinta, pertemuan serta perpisahan yang menggugah hati.  (sumber: http://hkw-ceritasilat.blogspot.com)

 

Read Full Post »

Older Posts »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.