Feeds:
Tulisan
Komentar

Tulisan terkirim dikaitan (tagged) ‘Chin Yung’

Soh Sim Kiam

 Karya : Chin Yung / Disadur : Gan KL
Soh Sin Kiam 8

Berkisah tentang Tik
Hun, seorang pemuda desa yang hidup tenang bersama gurunya, Jik Tiang-hoat, dan putri gurunya, Jik Hong. Pada awal cerita mereka diundang untuk menghadiri perayaan ulang tahun kakak seperguruan Jik Tiang-hoat, dan di sanalah semua permasalahan dimulai.

Novel ini tidak terlalu panjang, hanya 11 jilid dengan total 532 halaman, dan karenanya tidak banyak petualangan yang dialami Tik Hun. Hanya ada dua konflik besar di dalam cerita ini yang, tidak seperti plot rumit dalam trilogi Chin Yung, nyaris tidak berhubungan satu sama lain, setiap konflik punya tokoh jahat dan tokoh wanitanya masing-masing. Hampir terasa seperti membaca dua cerita. Aneh.

Konflik pertama terkait dengan judul buku ini, nama sebuah ilmu pedang yang diperebutkan oleh Jik Tiang-hoat dan kedua saudara seperguruannya. Ilmu ini unik karena nama-nama jurusnya didasarkan pada baris-baris puisi. Sayangnya, aku tak tahu apa-apa tentang puisi Cina. Andaikan tahu, tentunya lebih bisa menikmati. Di antara semua puisi yang disebut, hanya satu yang kukenal karena di milis tjersil pernah dibicarakan, termasuk oleh suami.

Rindu d’Hening Malam (Li Bai)
Cahaya rembulan depan pagar perigi
Sudahkah embun beku, menutupi bumi
Dongakkan kepala, rupanya terang bulan
Waktu menunduk, terkenang kampung halaman

Selain ilmu pedang, ternyata Soh-sim-kiam juga menyimpan suatu rahasia lain, sehingga orang lain di dunia persilatan turut mengincar kitab silat tersebut, beserta kunci teorinya.

Hiat-to-bun
Konflik kedua adalah keterlibatan Tik Hun dengan Hiat-to-bun (Perkumpulan Golok Berdarah) yang jahat, yang menimbulkan kesalahpahaman sehingga para pesilat menyangkanya orang jahat juga.

Aku membaca bagian ini dengan dua perasaan bercampur. Pertama, sebal karena situasinya sedemikian rupa sehingga Tik Hun tak mampu berbuat apa-apa untuk menyangkal tuduhan ataupun meluruskan kesalahpahaman. Kedua, sedikit kagum karena aku teringat pada cersil karangan sendiri yang memiliki konflik serupa (tokoh utamanya disangka jahat), tetapi kesalahpahaman kubuat tidak sehebat yang disusun Chin Yung, hehe.

Kesan
Secara keseluruhan, buku ini lumayan juga, ada bagian yang hambar, tetapi ada juga bagian yang menarik..

Dari sisi ilmu silat, agak menyebalkan bahwa selama setengah cerita ilmu Tik Hun tidak berkembang, bahkan sampai harus menuruti orang jahat untuk bertahan hidup. Saat dia sudah lebih lihai pun, ilmunya tidak terlalu dimanfaatkan dengan seru, huh-huh.

Dari sisi cerita, dalam paruh novel pertama, satu-satunya bagian yang kusuka hanyalah cerita Ting Tian tentang kisah cintanya dengan Leng Siocia. Sangat menyentuh bahwa pada bulan-bulan pertama mereka hanya berinteraksi melalui bunga yang ditaruh Leng Siocia di balkon.

Di tengah-tengah cerita, di jurang bersalju saat tinggal empat orang yang tersisa (Tik Hun, Hiat-to Lo-co, Hoa Tiat-kan, dan Cui Sing) dan tidak bisa ditebak bagaimana keadaan akan bergulir, barulah cerita terasa seru, dan terus berlanjut sampai akhir buku, yang membuatku terjaga sampai jam dua malam untuk menamatkannya. (source; http://femmy.multiply.com/)

Read Full Post »

Liok Ci Kim Mo

Karya: Chin Yung

 Harpa iblis Jari Sakti
Si Harimau Langit Lu Sin Kong pemilik ekpedisi pengiriman barang Thian Houw Piau Kiok bersama istrinya terbunuh pada saat mengirimkan barang yang menjadi rebutan semua tokoh silat. Bahkan anaknya Lu Leng, diculik orang dan tak tentu rimbanya. Pada saat itu dunia persilatan dibuat geger oleh munculnya Liok Ci Kim Mo yang memegang Harpa Pusaka Pat Liong Kim. Banyak tokoh rimba persilatan terbunuh tanpa daya, akibat pengaruh daya sakti yang dikeluarkan melalui getaran suaranya.
Setiap orang yang menentang Liok Ci Kim Mo kebanyakan terbunuh oleh Pat Liong Kim ini. Karena tiada yang menentangnya ia mengangkat dirinya menjadi Bengcu Rimba persilatan.  Demi membalas dendam orang tuanya Lu Leng harus menemukan ilmu silat yang hebat dan senjata pemusnah Harpa Iblis Pat Liong Kim yaitu Panah busur api !

Read Full Post »

Thian Liong Pat Pou

Karya: Chin Yung  /  Disadur: Gan KL

Buku silat antik Gan KL Pendekar Negeri Tayli 2

Pendekar Negeri Tayli merupakan sebuah karya cerita silat berkualitas tinggi yang sangat menunjukkan pengetahuan Jin Yong yang luas dan mendalam.

Sebelum Pendekar Negeri Tayli, Jin Yong menggunakan Konfusianisme menjelaskan ilmu silat. Mulai dari Chen Jialuo, Sin Tjie, hingga Kwee Ceng, Boe Kie, baik secara inisiatif atau pasif, memiliki perasaan mengabdi pada negara. Penulis menggunakan tokoh Kwee Ceng yang cinta tanah air untuk menunjukkan sudut pandang penulis sendiri. Hingga pada Pendekar Negeri Tayli dipublikasikan, Jing Yong menggunakan “belas kasih” Buddhisme mencerahkan pembacanya, hal ini menambahkan maksud filosofi dan pemikiran mendalam pada cerita silat.

Pada Pendekar Negeri Tayli ada 3 tokoh utama yaitu Duan Yu, Qiao Feng, dan Xu Zhu. Yang satu pangeran, yang satu pahlawan, yang satu biksu. Identitas 3 orang ini tidak sama, pengalamannya tidak sama, sifatnya tidak sama tetapi muncul pada panggung yang sama, digabungkan dengan baik, saling kontras, menambah perbedaannya, juga mengalir dengan lancar. Teknik struktur dan penggambaran tokoh semacam ini menciptakan teknik narasi baru pada cerita silat.

Pendekar Negeri Tayli adalah sebuah cerita komedi-tragedi yang berhasil.

Ada tragedi tetapi komedi:

Wanita yang dicintai Duan Yu ternyata adalah adiknya, tetapi ibunya Dao Baifeng mengatakan ayah kandungnya adalah Duan Yanqing dan bukan Duan Zhengchun.

Xu Zhu mengalami banyak penderitaan, tetapi tidak sengaja mampu menemukan rahasia permainan catur.

Xiao Yuanshan dan Murong Bo bermusuhan selama bertahun-tahun, saling bertempur, mendapatkan petunjuk biksu tak bernama, kemudian hidup kembali, dan menjadi pengikut Buddha.

Jiu Mozhi mengejar kekuasaan, memperoleh penderitaan, kemudian mendapat pencerahan, dalam sumur berlumpur menjadi pengikut Buddha.

Duan Yanqing dari kaisar jadi pengemis, ketika akan membunuh Duan Yu, ternyata Duan Yu adalah anak kandungnya.

Ada yang komedi tetapi tragedi:

Qiao Feng adalah Ketua Kaypang, posisi yang hebat! Kemudian mengetahui kondisi sebenarnya, dipermalukan orang-orang, tidak sengaja melukai kekasihnya A Zhu.

Duan Zhengchun menyebar cinta di sana-sini, tidak terduga istrinya sendiri Dao Baifeng, yang marah dan cemburu, berselingkuh, anaknya sendiri ternyata adalah hasil hubungan istrinya dengan orang lain.

Bahasa Wu milik A Bi sangat menyentuh, dengan A Zhu mempermainkan biksu jahat, akhirnya sambil bercucuran mata menemani Tuan Murong yang sudah menjadi gila.

Murong Fu ingin menjadi raja, juga ada Wang Yuyan, wanita cantik yang memujanya, kemudian menjadi gila, akhirnya mengunakan mahkota kertas disembah anak-anak dan berkhayal menjadi raja.

Jadi bisa dilihat, Pendekar Negeri Tayli menulis silat (wu), menulis pendekar (xia), menulis orang (ren), menulis cinta (qing), sangat luar biasa. Membaca cerita silat tidak membaca Pendekar Negeri Tayli, benar-benar penyesalan besar.

Pendekar Negeri Tayli masih ada hal indahnya: Duang Yanqing karena mendapat penghinaan, selalu melawan Duan Yu, selalu ingin membunuh Duan Yu, ketika keinginannya akan tercapai, baru mengetahui orang yang ingin dilukainya ternyata adalah anaknya sendiri, filsafat semacam ini bukankah harus dipertimbangkan?

Kekurangan cerita ini, judul asli Tian Long Ba Bu (8 Naga Langit) menunjukkan 8 tokoh yang mana? Penulis tidak menjelaskannya. Ini yang pertama. Yang kedua, Pendekar Negeri Tayli tokoh paling menariknya adalah Duan Zhengchun, dan merebut banyak adegan Duan Yu, jadi tokoh tambahannya melebihi tokoh utamanya. Yang ketiga, cerita Pendekar Negeri Tayli berkembang, tetapi cabang ceritanya terlalu banyak, dan agak sedikit longgar. 3 hal ini walaupun hal kecil, tetapi sudah menempatkan cerita ini di bawah Hina Kelana. (sumber http://bukusilat.wordpress.com)

Read Full Post »

Hoei Ho Gwa Toan

 Karya: Chin Yung
Disadur: Boe Beng Tjoe/OKT
 

Membaca HoeiHo GwaToan sebelum membaca Swat San Hoei Ho memberi kesan yang berbeda.

Apa sebetulnya yang menarik dengan HoeiHo GwaToan? Tentu saja karena cerita ini adalah prequel dari SwatSan HoeiHo. Bisa jadi si pengarangnya mungkin bahkan tidak memikir untuk pernah menulis prequel nya pada waktu menulis Swat San Hoei Ho. Karena itu apa yang sudah ditulis di SwatSan HoeiHo mengikat pengarangnya, dalam banyak hal membatasi si pengarang untuk bercerita di prequelnya.

Oleh sebab itu SwatSan HoeiHo membatasi cerita HoeiHo GwaToan. Lantas bagaimana agar membuat HoeiHo GwaToan tetap menarik?

Diluar dugaan walaupun ada sejumlah batasan2 itu, tetapi ChinYung bisa menyelesaikan persoalan ini dengan baik.

Karakter utama HoeiHo GwaToan adalah Ouw Hoei, satu karakter yang sudah dimunculkan di cerita Swat San Hoei Ho. Didalam Swat San Hoei Ho karakter utama Ouw Hoei memang justru bahkan bisa disebut se akan2 berada di latar belakang. Dibutuhkan sekian lembar halaman sebelum kemudian OuwHoei dimunculkan. Tetapi inilah `kekhasan’ gaya ChinYung di awal2 kepengarangannya.

Baik Tan Kee Lok, Ouw Hoei, Wan Sien Cie, Kwee Tjeng, Yo Ko juga tidak dimunculkan di lembar pertama, butuh sekian halaman sampai kemudian pembaca sadar oh inilah tokoh utama cerita. Tentu saja itu masuk dalam gaya bercerita.

ChinYung di HoeiHo GwaToan memperkenalkan karakter baru yang memang tidak ada di cerita SwatSan HoeiHo, disamping tentunya sejumlah terbatas karakter yang memang ada di cerita SwatSan HoeiHo, yang menjadi benang merah kedua cerita itu.

Walaupun terbit belakangan tetapi HoeiHo GwaToan adalah cerita tentang masa muda Ouw Hoei, cerita tentang bagaimana dia menjadi seperti Ouw Hoei yang muncul di SwatSan HoeiHo. Di dalam cerita ini dia terlibat asmara dengan dua gadis Wan CieIe dan Thia Leng So.

Walaupun kedua karakter gadis ini menarik, tetapi karakter Wan CieIe lebih biasa lebih mudah untuk dilupakan. Pada saat mengarang HoeiHo Gwa Toan Chin Yung telah menciptakan beberapa karakter perempuan, baik dalam kapasitas sebagai karakter utama maupun sebagai karakter pembantu.

Karakter yang lebih berkesan adalah Thia Leng So, si nona ahli racun yang pintar. Kepintaran Thia Leng So sama dengan Oey Yong. Ada 3 karakter utama nona pintar yang diciptakan oleh ChinYung, mereka adalah Thia Leng So, Oey Yong dan Tio Beng. Sedang Yim Ing Ing dan Ong Giok Yan, walaupun pintar juga tetapi sedikit berbeda, karena terasa lebih lemah, sedang Thia Leng So, Oey Yong dan Tio Beng tidak hanya pintar juga tidak lemah.

Tentu saja ada karakter2 lain yang juga pintar tetapi mereka bukan karakter utama tetapi lebih karakter pembantu.  HoeiHo GwaToan walaupun bercerita tentang OuwHoei, tetapi kehadiran Thia Leng So benar benar mencuri panggung utama cerita ini. Kehadirannya memberi warna yang indah ke dalam cerita ini. Thia LengS o benar2 satu karakter yang kontras dengan karakter perempuan utama di Swat San HoeiHo, Biauw Yok Lan yang se akan2 di ambil dari cerita film Hollywood. Seorang anak yang manja. Tetapi kenapa Biauw Yok Lan seperti ini justru bisa diselesaikan dengan baik di cerita Hoei Ho GwaToan.

Menjadi pengarang adalah menciptakan karakter. Melalui karakter ciptaannya, terutama jika susah dilupakan dan dikenang selalu oleh pembaca, si pengarang menjadi terkenal atau tidak. Thia Leng So satu karakter yang termasuk istimewa, kecintaan dan keberanian untuk berkorban yang ditunjukkan Thia Leng So membuat karakter ini jadi selalu dikenang.  (sumber : http://hkw-ceritasilat.blogspot.com)

DOWNLOAD E-book      

Read Full Post »

Judul lama: Tongkat Rantai Kumala

Karya: Chin Yung (cover)

Disadur: Chung Sin

Sumur Kematian dalam pekarangan terlarang Perkampungan Kui In Chung telah memakan jiwa lagi. Para pengurus perkampungan Kui In Chung, marga Kim, Phang, Lau, Kui telah menjadi korbannya.

“Bee Tie” sang Tuan Muda perkampungan Kui In Cung terpaksa mengembara seorang diri ketika ibunya tiba-tiba meninggalkan dirinya tanpa penjelasan, ayahnya yang selama ini membesarkannya ternyata bukan ayah kandungnya. Perjalanannya membuat ia terpaksa menjadi Ketua Hoa San Pay walupun umurnya pada saat itu masih sangat muda.

Penggambaran karakter tokoh yang tidak kuat. Jalan cerita dari kisah ini sangat datar, tidak adanya kejutan yang berarti, sehingga membuat saya ragu apakah ini karya asli sang empu cersil Chin Yung.

DOWNLOAD E-book

Read Full Post »

Si RACUN DARI BARAT

See Tok  Ouw Yang Hong  Tay Toan

Karya : Chin Yung

Cerita silat ini merupakan kisah awal sebelum trilogi Kisah Memanah Rajawali. Tokoh-tokoh macam Ciu Pek Tong, Oey Yok Su Majikan Pulau Persik, Ang Cit Kong Ketua Partai Pengemis, Ouw Yang Houw dll, dikenalkan pada kisah ini.

 

Cerita ini berawal dari Pengembaraan Ouw Yang Houw yang dikenal sebagai Sastrawan Bloon dari daerah See Hek. Penghinaan bertubi-tubi atas dirinya karena tidak bisa silat, memaksa dirinya untuk mempelajarinya. Suatu hari Ouw Yang Houw dibawa oleh murid Raja Racun Tua untuk dipaksa menjadi muridnya. Disana gurunya diracun oleh muridnya sendiri dan ……. (sumber : http://ebook-gratis-kirara.blogspot.com)

DOWNLOAD E-book

 

Read Full Post »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.